IDNPRO.CO, Batam – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 003 Sagulung, Batam, Kepulauan Riau, menggelar edukasi pengasuhan (parenting) dan pemeriksaan mata gratis bagi wali murid pada Kamis, (3/9/26). Langkah ini diambil guna merespon maraknya penggunaan gawai (gadget) di kalangan anak-anak yang berpotensi merusak penglihatan.
Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut ditujukan khusus bagi orang tua siswa kelas 6. Sejumlah narasumber dihadirkan, mulai dari praktisi pendidikan Hj. Suparmi, Pemilik Assaki Eyewear SN Choiriyah, hingga Ketua Komite Rahmida.
Pemilik Assaki Eyewear, SN Choiriyah, menyoroti ancaman durasi penggunaan layar (screen time) yang berlebihan. Menurut dia, kebiasaan anak menatap layar gawai dari jarak dekat secara terus-menerus memicu risiko gangguan mata yang serius.
“Anak-anak sering lupa waktu saat bermain gawai sehingga interaksi sosial mereka berkurang. Orang tua harus mendorong anak lebih aktif di luar rumah untuk menekan paparan layar,” kata Choiriyah.
Selain penyuluhan, tim medis membuka layanan pemeriksaan mata gratis di ruang kelas. Pemeriksaan mencakup deteksi fungsi penglihatan hingga penanganan awal kelainan mata non-rabun. Untuk penanganan medis lanjutan, pihak penyedia layanan telah bermitra dengan klinik spesialis dan Rumah Sakit Budi Kemuliaan.
Dari sudut pandang pendidikan, Hj. Suparmi menegaskan pentingnya kolaborasi segitiga antara sekolah, komite, dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak usia sekolah dasar. Ia mendesak agar agenda serupa rutin digelar dengan menyasar isu krusial lain.
“Perlu ada edukasi berkelanjutan mengenai pencegahan perundungan (bullying) serta pemahaman dampak media digital pada anak,” ujar Suparmi.
Kepala SDN 003 Sagulung, Indarita Kusmarlina, menyebut pendidikan dasar sebagai fondasi utama pembentukan karakter. Menurut dia, mutu pendidikan tidak bisa dibangun sendirian oleh lembaga formal tanpa keterlibatan aktif orang tua.
Indarita menambahkan, pihak sekolah terus berupaya menghadirkan terobosan, salah satunya lewat program SABER CERDAS yang telah berjalan sejak 2024 kini turut diikutsertakan dalam ajang Lomba Inovasi Award Batam.
“Inovasi dan pembentukan karakter harus berjalan sejajar. Melalui parenting dan bakti sosial ini, kami ingin memastikan perhatian pada anak menyentuh aspek emosional sekaligus fisiknya,” tutupnya.(Yok)
