IDNPRO.CO, Batam – Praktik peredaran rokok ilegal tanpa pita cukai merek HMild dan HMind di Kota Batam kian meresahkan. Di balik masifnya peredaran rokok tersebut, muncul nama seorang pengusaha perhotelan ternama berinisial ANW yang diduga kuat menjadi dalang atau mafia di balik bisnis gelap tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rokok HMild dan HMind diduga diproduksi oleh PT Fantastik Internasional yang berlokasi di Kawasan Tunas Industri, Batam Center.
Untuk menghindari pengawasan aparat dan memuluskan distribusi ke luar daerah, para pelaku diduga menggunakan pelabuhan tikus sebagai jalur penyelundupan utama.
“Pemain rokok HMild dan HMind itu inisial ANW, dia juga pemilik beberapa hotel di Batam. Lokasi produksinya di Tunas Industri, PT Fantastik Internasional,” ungkap seorang sumber.
Rokok HMild dan HMind saat ini dilaporkan telah “merajai” pasar gelap di Batam. Dengan harga yang sangat miring, yakni sekitar Rp10.000 per bungkus, produk ilegal ini sangat mudah ditemukan di warung-warung kecil hingga pedagang kaki lima.
Harga murah tersebut dimungkinkan karena produk ini tidak menyetor cukai kepada negara, yang secara otomatis merugikan pendapatan negara dalam jumlah besar. Keberadaan rokok ini pun memicu kritik terhadap kinerja Bea Cukai (BC) Batam yang dinilai belum maksimal atau terkesan “tutup mata” terhadap pergerakan mafia kelas kakap ini.
Secara hukum, para pelaku peredaran rokok tanpa pita cukai dapat dijerat dengan payung hukum yang tegas:
Undang-Undang: Pasal 54 UU RI Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai.
Sanksi Pidana: Penjara minimal 1 tahun dan maksimal 5 tahun.
Sanksi Denda: Minimal 2 kali nilai cukai hingga maksimal 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.
Hingga berita ini diturunkan, kami masih berupaya melakukan konfirmasi resmi kepada pihak Bea Cukai Batam terkait langkah penindakan yang dilakukan. Upaya klarifikasi juga tengah dilakukan kepada pihak PT Fantastik Internasional serta pengusaha berinisial ANW guna keberimbangan berita.
Kota Batam yang seharusnya menjadi garda terdepan pengawasan ekonomi, kini tengah diuji integritasnya agar tidak terus-menerus menjadi “surga” bagi para mafia rokok ilegal.(Yok)
