IDNPRO.CO, Batam – PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Kepulauan Riau turut berpartisipasi dalam kegiatan Workshop Road Safety Capacity Building and Knowledge Sharing yang diselenggarakan oleh The World Bank melalui FRED Engineering dengan tema “Developing Decision-Support Framework for Road Safety in Indonesia’s Subnational Networks”. Kegiatan berlangsung pada Rabu (17/06) di Ruang Rapat Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Provinsi Kepulauan Riau dan dilaksanakan secara hybrid, baik luring maupun daring.
Workshop ini dihadiri oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Kepulauan Riau, BPTD Kelas II Provinsi Kepulauan Riau, Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau, serta PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Kepulauan Riau sebagai bagian dari upaya bersama dalam memperkuat sistem keselamatan lalu lintas yang berbasis data dan kolaborasi lintas sektor.
Perwakilan FRED Engineering, Daniel Bianconi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja sama antara World Bank dan para pemangku kepentingan di Indonesia untuk mengembangkan kerangka pengambilan keputusan yang lebih efektif dalam mendukung keselamatan jalan. Program tersebut mencakup peninjauan manajemen keselamatan lalu lintas, penyusunan strategi, pengumpulan dan analisis data, hingga pelaksanaan pilot project di lapangan.
Pada sesi pemaparan materi, narasumber FRED Engineering, Jany Agustin, menjelaskan pentingnya integrasi data kecelakaan lalu lintas dalam mendukung kebijakan keselamatan yang lebih tepat sasaran. Salah satu sistem yang dapat dimanfaatkan adalah Integrated Road Safety Management System (IRSMS) milik Korlantas Polri yang selama ini menjadi basis pengelolaan data kecelakaan secara nasional.
Selain membahas penguatan kelembagaan melalui implementasi Pilar Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2022 tentang Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK), workshop juga menyoroti pentingnya peningkatan penanganan pasca kecelakaan melalui optimalisasi layanan darurat Kepolisian dan koordinasi dengan fasilitas kesehatan.
Kepala BPTD Kelas II Provinsi Kepulauan Riau, Dini Kusumahati Damarintan menyampaikan bahwa keselamatan transportasi memerlukan dukungan data yang akurat serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Keselamatan jalan tidak dapat diwujudkan oleh satu instansi saja. Diperlukan sinergi yang kuat antara regulator, operator, penegak hukum, dan seluruh stakeholder terkait. Melalui kegiatan ini, kami berharap tercipta penguatan kapasitas dan kesamaan persepsi dalam membangun sistem keselamatan jalan yang lebih efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Kepulauan Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat menegaskan bahwa data kecelakaan yang lengkap dan terintegrasi merupakan instrumen penting dalam mendukung langkah-langkah pencegahan kecelakaan lalu lintas.
“Pendekatan berbasis data akan membantu kami dalam mengidentifikasi faktor risiko kecelakaan secara lebih tepat, sehingga upaya penegakan hukum, edukasi masyarakat, maupun rekayasa lalu lintas dapat dilaksanakan secara lebih terukur dan berdampak nyata terhadap penurunan angka kecelakaan,” ungkapnya.
Dalam pembahasan teknis, peserta workshop mendapatkan pemaparan mengenai pengembangan kerangka data kecelakaan yang mengacu pada standar internasional Common Accident Data Set (CADS). Variabel yang direkomendasikan meliputi karakteristik jalan dan lingkungan, kondisi lalu lintas dan infrastruktur, karakteristik kendaraan, serta faktor pengemudi dan perilaku pengguna jalan.
Penambahan variabel tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan analisis terhadap faktor-faktor penyebab kecelakaan secara lebih komprehensif. Data yang lebih lengkap dan terstandarisasi akan mendukung penyusunan kebijakan keselamatan lalu lintas yang lebih tepat sasaran, meningkatkan efektivitas program pencegahan kecelakaan, serta memperkuat pengambilan keputusan berbasis data.
Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Kepulauan Riau, Rikka Inri Dalosa, menyampaikan bahwa Jasa Raharja mendukung penuh berbagai inisiatif yang bertujuan meningkatkan keselamatan berlalu lintas melalui penguatan kualitas data dan kolaborasi lintas sektor.
“Keselamatan lalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Melalui penguatan data yang akurat, terintegrasi, dan mudah diakses oleh seluruh stakeholder, diharapkan langkah-langkah pencegahan kecelakaan dapat dilakukan secara lebih efektif sehingga mampu menurunkan angka kecelakaan maupun fatalitas korban di jalan raya,” ujar Rikka.
Melalui kegiatan ini, seluruh peserta sepakat bahwa penguatan kapasitas kelembagaan, peningkatan kualitas data kecelakaan, serta kolaborasi yang berkelanjutan antarinstansi menjadi kunci dalam mewujudkan sistem keselamatan jalan yang lebih baik. Dengan dukungan data yang komprehensif dan pengambilan keputusan yang berbasis bukti, diharapkan upaya peningkatan keselamatan lalu lintas di Indonesia, khususnya di Provinsi Kepulauan Riau, dapat berjalan semakin optimal dan berkelanjutan. (*)
