Oleh: Hendri, HR/Direktur Batam Reseach Center
Dua hari yang lalu ketika saya mengantar hasil riset data untuk salah satu lembaga survey ada hal menarik yang kita diskusikan bersama tim di jakarta
Bahwa rentang kendali Kepri yang sangat luas tidak menjadi penghalang kandidat untuk memenangkan kontestasi. Ada satu parameter menarik bahwa Nasdem akan menjadi penentu pasangan terpilih.
Indikator penguat terbesar adalah jaringan dan inprastruktur Nasdem dikota Batam begitu kuat dan sulit untuk dikalahkan. Tentunya keberadaan HM Rudi sebagai Walikota batam sekaligus Ketua Nasdem Provinsi adalah Faktor utama.
Siapapun yang diutus Nasdem berpeluang besar menjadi orang nomor satu ditanah melayu yang bermarwah. Bagi saya Pribadi terlepas HM Rudi maju atau tidak menjadi calon Gubernur Kepri kemampuan Big Data Nasdem lebih unggul dari partai lain. Bagi saya Mereka telah menggunakan apa yang saya sebut sebagai “politik big data”, yaitu suatu upaya atau strategi politik yang menggunakan big data untuk mendekat ke masyarakat dengan tujuan menarik dukungan mereka.
Pentingnya big data tidak berkisar pada seberapa banyak data yang Anda miliki, tetapi apa yang Anda lakukan dengan data tersebut. Anda dapat mengambil data dari sumber apa pun dan menganalisisnya untuk menemukan jawaban yang memungkinkan.
Walaupun hari ini dimedia PDIP. GERINDRA. PKB telah mengumumkan secara tidak resmi akan bersama sama bergandengan untuk maju dipilkada Kepri, indikator untuk menang itu belum cukup dan prematur. Suryo Respationo sebagai calon Gubernur harus menghitung langkah untuk menang bila tidak ingin gagal kedua kali.
Kepri adalah jakarta kedua. Kunci kemenangan tidak ditentukan oleh kesukuan identitas tetapi kebersamaan elektabilitas. Maka tidak usah ragu bila tidak mengandeng suku tertentu bakalan akan kalah. Sungguh menjadi analisa sumir bila faktor itu yang dikuatirkan.
Maka bila berbicara data. Bersiap siaplah masing masing kandidat untuk merapat ke Nasdem bila ingin menjadi Gubernur Terpilih.
Jakarta 05-06-2020
