Batam  

Geliat Investasi Data Center Pacu Pertumbuhan Ekonomi Kepri Menuju Target 7,02 Persen

IDNPRO.CO, Batam – Pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau (Kepri) menunjukkan tren positif pada pertengahan 2026. Laju investasi di kawasan ini melonjak drastis hingga 24 persen, yang didorong oleh pembangunan infrastruktur pusat data (data center) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park (NDP), Batam.

Loncatan investasi tersebut memicu lonjakan impor barang modal dan bahan baku untuk kebutuhan konstruksi serta penyediaan perangkat teknologi tinggi. Meski memicu defisit pada neraca perdagangan akibat tingginya impor modal, langkah ini dinilai sebagai fondasi krusial bagi peningkatan nilai tambah ekonomi kawasan di masa mendatang.

Lonjakan Investasi, pertumbuhan investasi menembus angka 24 persen, menjadi mesin utama penggerak ekonomi daerah.

Dompet Ekonomi Regional Kota Batam masih menjadi penyumbang terbesar perekonomian Kepri dengan kontribusi mendekati 70 persen.

Sektor Penopang, selain manufaktur dan perkapalan, sektor Informasi dan Komunikasi (Infokom) kini menjadi tumpuan baru perekonomian lokal.

Proyeksi Pertumbuhan, perekonomian Kepri diperkirakan mampu tumbuh di kisaran 6,3 persen hingga 7,0 persen seiring beroperasinya berbagai proyek strategis.

Kendati menunjukkan tren positif, tingginya angka investasi belum sepenuhnya sejalan dengan tingkat penyerapan tenaga kerja lokal. Saat ini, kontribusi sektor Infokom terhadap penyerapan tenaga kerja di Kepri masih berada di kisaran 6 persen.

Ketersediaan Pasokan Energi, data center membutuhkan pasokan listrik berskala besar dengan stabilitas tinggi, serta ketersediaan air bersih yang memadai untuk sistem pendingin (cooling system).

Pengembangan SDM Lokal: Diperlukan penyiapan tenaga kerja ahli di bidang Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), cybersecurity, hingga teknisi perangkat keras agar tidak didominasi oleh tenaga kerja asing.

Konektivitas Regional, memanfaatkan jalur pipa data internasional yang menghubungkan Nongsa dengan Nongsa-Cangi (Singapura) untuk mendorong hilirisasi industri digital lokal.

Melalui sinergi antara kesiapan pasokan energi PLN, kepastian regulasi, dan peningkatan kualitas SDM, investasi pusat data ini diharapkan tidak hanya berhenti pada tahap konstruksi, melainkan mampu menciptakan efek ganda (multiplier effect) bagi kesejahteraan masyarakat Kepri.(Yok)

Exit mobile version