Fenomena Misterius di Jembatan Barelang, Bisikan Gaib Diduga Pemicu Aksi Bunuh Diri, Ustaz Candra Gelar Ruqyah Akbar 5.000 Liter Air

IDNPRO.Jembatan I Barelang, ikon Kota Batam yang indah, kini diselimuti isu yang meresahkan. Ruqyah Akbar yang baru-baru ini viral pada Jumat (21/11/2025) ternyata bukan sekadar ritual, melainkan reaksi atas pengakuan mengejutkan dari ratusan pasien depresi, bisikan gaib yang mengajak mereka melompat dari jembatan.

Ritual penyucian spiritual ini, yang dilakukan untuk kedua kalinya dalam dua tahun terakhir, dipimpin oleh Ustaz Muhammad Candra P. Pusponegoro Rizqi Marzaqah Al Hana, Ketua Yayasan An Nubuwwah Batam dan Pimpinan klinik terapi mental-spiritual Bengkel Manusia Indonesia.

Ustaz Candra mengungkapkan bahwa sejak awal 2024, ia mulai mendengar pola curhatan yang nyaris identik dari pasien yang sedang berjuang melawan depresi dan halusinasi, ada suara aneh berbisik. Saya seperti dituntun ke jembatan itu,” tiru Ustaz Candra, mengulang ucapan pasiennya.

Yang paling membuat merinding, bisikan halus yang menyuruh melompat ini dialami oleh pasien yang bahkan belum pernah menginjakkan kaki di Jembatan I Barelang.

Kesaksian ini meyakinkan Ustaz Candra bahwa lonjakan kasus bunuh diri di lokasi tersebut bukan hanya disebabkan oleh tekanan mental semata.

“Ada tarikan kuat, pikiran saya kosong,” kata seorang pasien yang selamat dari percobaan bunuh diri, seperti ditirukan Ustaz Candra.

Kesaksian ini menguatkan dugaan adanya “energi negatif (al ‘ain)” yang memengaruhi kondisi batin orang-orang yang sedang rapuh, menjadikan jembatan tersebut sebagai ‘magnet bunuh diri’ serupa Golden Gate Bridge atau Hutan Aokigahara.

Data mencatat, sepanjang tahun 2024, Ruqyah on The Street (RoS) mencatat 7 kasus bunuh diri dan percobaan bunuh diri di Jembatan I Barelang, dengan 6 korban meninggal.

Tragedi berulang ini dikhawatirkan akan memunculkan stigma “angker” atau “keramat” yang bertentangan dengan prinsip tauhid.

“Stigma inilah yang harus dibersihkan, supaya tidak terjadi keyakinan yang keliru,” tegas Ustaz Candra.

Ruqyah Pertama (19 Juli 2024) dilakukan Ustaz Candra seorang diri, menyiramkan air mineral sebagai ikhtiar spiritual.

Aksi ini sempat dianggap aneh oleh warga yang melintas, Ruqyah Akbar Kedua (21/11/25) digelar secara total dengan 5.000 liter air ruqyah yang disiramkan menggunakan truk tangki khusus sepanjang jembatan 1.284 meter, disertai doa dan zikir.

Ruqyah Akbar kedua ini juga dirangkai dengan peringatan World Suicide Prevention Day (WSPD) dan menjadi kampanye kesehatan mental, termasuk pemasangan spanduk serta pembagian pin antibunuh diri kepada petugas.

Bagi Yayasan An Nubuwwah, ruqyah ini adalah bentuk kepedulian nyata terhadap mereka yang berada di titik tergelap dalam hidup.

Kasus bunuh diri di Jembatan I Barelang menunjukkan perlunya perhatian kemanusiaan, dukungan sosial, dan pembinaan agama,” tutup Ustaz Candra, seraya berharap pemerintah memperkuat program pencegahan bunuh diri di seluruh daerah.(Yok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *