IDNPRO.CO, Jakarta – Menyambut usianya yang ke-24, emiten pengembang properti PT Indonesian Paradise Property Tbk (Paradise Indonesia; IDX: INPP) resmi meluncurkan Future Maker, sebuah inisiatif keberlanjutan sosial di bawah payung kampanye #BuildingTomorrow.
Melalui program ini, Paradise Indonesia tak hanya memperluas jangkauan kontribusi sosialnya di bidang pendidikan inklusif, tetapi juga mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan memanfaatkan limbah daur ulang plastik sebagai bahan bangunan sekolah.
Langkah awal program ini ditandai lewat kemitraan bersama nirlaba Happy Hearts Indonesia untuk membangun Sekolah Luar Biasa (SLB) Budi Mulia Pasir Meong di Cililin, Kabupaten Bandung.
Pembangunan SLB Budi Mulia dirancang menggunakan teknologi blok berbahan plastik daur ulang berkualitas tinggi yang aman bagi anak-anak. Langkah inovatif ini hadir di tengah persoalan mendasar di Indonesia yang menghasilkan sekitar 7,8 juta ton sampah plastik setiap tahunnya—di mana 58 persen di antaranya belum terkelola dengan baik.

“Melalui Future Maker, Paradise Indonesia mengintegrasikan pembangunan sekolah dengan implementasi ESG berkelanjutan. Penggunaan blok plastik daur ulang di SLB Budi Mulia diproyeksikan mengurangi 2–4 ton sampah plastik dan menurunkan emisi karbon hingga sekitar 10 ton,” kata Chief Corporate Communication Paradise Indonesia, Siti Utami, dalam keterangan resminya, Senin, 19 Oktober 2026.
Mengusung semangat “Different Needs. Same Dignity. One Future”, proyek ini diarahkan untuk menyediakan fasilitas belajar yang layak dan ramah disabilitas, sekaligus memberikan edukasi lingkungan secara nyata kepada komunitas sekolah.
Presiden Direktur Paradise Indonesia, Andri Hadi, menegaskan bahwa kekuatan utama dari Future Maker terletak pada keterlibatan aktif seluruh insan perusahaan melalui Paradisers Employee Volunteer Program.
“Kepedulian yang diwujudkan secara konsisten, kerja sama lintas unit, serta kesediaan mendengarkan kebutuhan sekolah akan menjadi kekuatan Future Maker. Dengan pendekatan ini, setiap kontribusi karyawan—baik berbagi keterampilan, mendampingi kegiatan siswa, hingga membuat bahan ajar—menjadi bagian dari pendampingan berkelanjutan,” jelas Andri.
Setelah meletakkan fondasi pada 2026 di Kabupaten Bandung, Paradise Indonesia berencana memperluas cakupan program ini ke unit bisnis di delapan kota pada 2027. Beberapa aksi nyata yang telah disiapkan antara lain.
Bandung (23 Paskal Shopping Center): Menggelar kegiatan seni interaktif, program menanam, serta melibatkan partisipasi pengunjung mal.

Batam (HARRIS Resort Waterfront, HARRIS Hotel Batam Center, & One Residence): Mengusung tema “Building Their Tomorrow Together”, berfokus pada dua agenda utama:
Healthy Food, Active Move (Hari Gizi Nasional, Jan 2027): Senam interaktif bersama HARRIS Players serta kelas membuat camilan sehat (Rainbow Fruit Parfait dan Healthy Salad Wraps) didampingi koki profesional.
Green School, Green Future (Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Jun 2027): Penanaman pohon (Plant for Tomorrow), pemilahan sampah tiga warna (Sort at the Source), serta lokakarya pembuatan kompos dari sampah kantin (Loop the Lifecycle).
Paradise Indonesia, yang berdiri sejak 2002, saat ini mengelola portofolio properti destinasi gaya hidup di berbagai kota besar, mencakup 14 hotel (seperti di Jakarta, Bali, Yogyakarta, Makassar, dan Batam), 6 pusat perbelanjaan, serta 4 properti residensial.
CEO Paradise Indonesia, Anthony P. Susilo, menambahkan bahwa pertumbuhan bisnis perusahaan selama lebih dari dua dekade tak lepas dari peran masyarakat sekitar.
“Selama 24 tahun, Paradise Indonesia tumbuh bersama dedikasi karyawan dan dukungan para pemangku kepentingan. Future Maker menjadi langkah kami untuk memperluas kontribusi melalui pendidikan. Kami ingin menghadirkan kesempatan belajar yang lebih baik bagi anak-anak sekaligus membangun hubungan jangka panjang dengan komunitas tempat kami beroperasi,” pungkas Anthony.
Melalui evaluasi terintegrasi dan keterlibatan mitra lokal, pengembang proyek Antasari Place Jakarta dan area komersial Balikpapan ini optimistis inisiatif sosial-lingkungan tersebut mampu menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.(yok)















