IDNPRO.CO, Batam – PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Kepulauan Riau (Kepri) telah menyalurkan santunan sebesar Rp23,44 miliar kepada 1.151 korban kecelakaan lalu lintas sepanjang Januari hingga Oktober 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 153 orang merupakan korban meninggal dunia, sementara 998 lainnya mengalami luka-luka. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama pada 2025, yakni sebanyak 935 penerima santunan dengan total penyaluran Rp20,40 miliar.
Secara persentase, jumlah penerima santunan meningkat 23,10 persen, sedangkan nilai santunan mengalami kenaikan sebesar 14,93 persen.
Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Kepulauan Riau, Rikka Inri Dalosa, mengatakan peningkatan tersebut menjadi perhatian sekaligus pengingat pentingnya memperkuat upaya keselamatan berlalu lintas di wilayah Kepri.
“Penyerahan santunan merupakan bentuk nyata kehadiran Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat. Kami berupaya memastikan korban kecelakaan mendapatkan haknya secara cepat, tepat, dan sesuai ketentuan,” ujar Rikka
Ia menjelaskan, Jasa Raharja tidak hanya berfokus pada pelayanan santunan, tetapi juga aktif melakukan berbagai langkah pencegahan kecelakaan melalui koordinasi dengan kepolisian, pemerintah daerah, rumah sakit, serta instansi terkait.
Berdasarkan evaluasi hingga Oktober 2026, tercatat sebanyak 1.851 kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah Kepulauan Riau dengan total 2.789 korban.
Dari pemetaan tersebut, Kota Batam menjadi wilayah dengan kontribusi kecelakaan terbesar, yakni mencapai 70,93 persen dari total kejadian di Provinsi Kepulauan Riau.
Sejumlah ruas jalan di Batam pun menjadi perhatian dalam upaya peningkatan keselamatan, di antaranya Jalan Letjen Suprapto, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Jenderal Gajah Mada, Jalan Brigjen Katamso, Jalan Hang Tuah, dan Jalan Ahmad Yani.
Melalui Forum Komunikasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FKLL), Jasa Raharja bersama kepolisian, pemerintah daerah, dan instansi terkait terus menyusun langkah penanganan berdasarkan kondisi serta tingkat risiko kecelakaan di masing-masing lokasi.
Program pencegahan tersebut dilakukan melalui empat pendekatan utama. Pertama, Socio Engineering dengan memberikan edukasi keselamatan melalui program Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL), Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), dan Safety Riding.
Kedua, Safety Investment and Contribution melalui dukungan fasilitas keselamatan seperti rambu dan spanduk peringatan, pemeriksaan kesehatan, serta penyediaan ambulans.
Ketiga, Safety Campaign and Innovation dengan menggelar kampanye keselamatan di lingkungan pendidikan maupun masyarakat. Keempat, Technical Engineering melalui kegiatan pemeriksaan kendaraan atau ramp check serta evaluasi rekayasa lalu lintas.
Kampanye keselamatan tersebut menyasar sejumlah lokasi, di antaranya SMKN 1 Batam, SMKN 5 Batam, SP Plaza, dan kawasan Alun-Alun Batam. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih disiplin dan bertanggung jawab saat berkendara.
Selain meningkatkan keselamatan jalan, Jasa Raharja Kepri juga mendorong kepatuhan masyarakat dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).
Hingga Oktober 2026, tingkat kepatuhan kendaraan bermotor di Kepulauan Riau tercatat mencapai 87,26 persen.
Untuk meningkatkan capaian tersebut, Jasa Raharja mengoptimalkan sejumlah program, seperti GASPOLL, SIGAP, SIGAP Instansi, SIGAP Prioritas, Operasi Gabungan, WhatsApp Blast, serta pelayanan jemput bola melalui Samsat On The Spot, Samsat On The Mall, dan Samsat On The Event.
Rikka menegaskan, keterlibatan seluruh pihak sangat diperlukan untuk menekan angka kecelakaan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban administrasi kendaraan bermotor.
“Keselamatan lalu lintas bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi. Dibutuhkan sinergi antara Jasa Raharja, kepolisian, pemerintah daerah, dinas perhubungan, dunia usaha, dan masyarakat agar tercipta ekosistem transportasi yang aman dan berkeselamatan,” tegasnya.
Ia menambahkan, Jasa Raharja akan terus memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, mulai dari upaya pencegahan kecelakaan hingga penanganan dan pemberian santunan kepada korban.
“Harapan kami, melalui berbagai program yang dijalankan secara berkelanjutan, angka kecelakaan dapat ditekan dan masyarakat semakin memahami pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas,” tutup Rikka.
Melalui berbagai langkah tersebut, Jasa Raharja Kanwil Kepulauan Riau berkomitmen menjalankan perannya sebagai penyedia perlindungan dasar bagi masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan di Provinsi Kepulauan Riau. (*)















