IDNPRO.CO, Batam – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau melaporkan catatan impresif sepanjang tahun 2025. Ekonomi Kepulauan Riau (Kepri) tumbuh signifikan sebesar 6,94%, jauh melampaui angka pertumbuhan nasional yang berada di level 5,11%.
Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau, Sinar Danandjaya, mengungkapkan bahwa performa ekonomi yang solid ini berdampak langsung pada gairah Industri Jasa Keuangan (IJK) di wilayah tersebut. Salah satu pencapaian paling mencolok adalah sektor perbankan.
“Pertumbuhan penyaluran kredit oleh Bank Umum di Kepri berhasil menempati peringkat kedua secara nasional sekaligus menjadi yang tertinggi di wilayah Sumatera sepanjang tahun 2025,” ujar Sinar dalam keterangannya saat buka bersama bersama media di Batam, Selasa (3/3/26).
Berdasarkan data posisi Desember 2025, penyaluran kredit di Kepri melonjak 25,85% (yoy) dengan total nilai Rp99,55 triliun. Angka ini sangat kontras dengan rata-rata pertumbuhan kredit nasional yang hanya sebesar 9,69%.
Tak hanya perbankan konvensional, Bank Perekonomian Rakyat (BPR/S) di Kepri juga tumbuh akseleratif. Aset BPR/S tercatat tumbuh 17,07%, jauh di atas pertumbuhan nasional yang hanya 5,62%.
Di sisi lain, minat masyarakat Kepri terhadap investasi di pasar modal meledak. Nilai transaksi saham sepanjang 2025 mencapai Rp7,39 triliun, atau melonjak drastis sebesar 255,87% dibandingkan tahun sebelumnya.
Menyambut bulan suci Ramadan 2026, OJK Kepri meluncurkan kampanye nasional bertajuk GERAK Syariah dengan tema “Membuka Jalan Kebaikan Bersama Keuangan Syariah”.
Program ini bertujuan untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di tengah masyarakat melalui berbagai agenda strategis:
* Business Matching: Mempertemukan pelaku usaha dengan akses permodalan syariah di One Batam Mall (3 Maret) dan Gedung Dekranasda Tanjungpinang (7 Maret).
* SiMOLEK (Sarana Informasi Mobil Literasi Keuangan): Hadir di ajang Kepri Ramadan Fair (KURMA) untuk memberikan layanan edukasi dan konsultasi keuangan langsung kepada warga.
* Edukasi Serentak: Kegiatan literasi keuangan syariah dilakukan di empat wilayah kunci, yakni Batam, Bintan, Karimun, dan Tanjungpinang.
Meski industri tumbuh pesat, OJK tetap memperketat pengawasan. Sepanjang 2025, OJK Kepri telah memproses 817 pengaduan, di mana mayoritas laporan berkaitan dengan sektor financial technology (fintech).
OJK berkomitmen untuk terus mendorong penyaluran pembiayaan ke sektor strategis dan UMKM guna memastikan pertumbuhan ekonomi Kepri tetap maju dan merata di tahun-tahun mendatang.(Yok)















