IDNPRO.CO, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah resmi meluncurkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Kegiatan Usaha dan Ekosistem Bulion 2026–2031 pada Jumat (6/3/26).
Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat ekosistem emas nasional, mendukung hilirisasi, serta memperdalam struktur pasar keuangan Indonesia.
“Peringatan 1 Tahun Kegiatan Usaha Bulion” di Jakarta, yang dihadiri oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, jajaran komisioner OJK, serta Direktur Utama PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia (BSI).
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti lonjakan signifikan harga emas global yang kini menembus angka di atas USD5.000 per troy ounce, naik sekitar 60% dibandingkan tahun lalu yang masih di kisaran USD3.000.
“Sektor emas memiliki rantai nilai yang lengkap, dari pertambangan hingga jasa keuangan. Kenaikan harga ini menunjukkan potensi besar emas sebagai instrumen investasi sekaligus penggerak ekonomi,” ujar Airlangga.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menambahkan bahwa roadmap ini akan menjadi navigasi bagi lembaga jasa keuangan dalam mengelola bisnis bulion.
Mendorong emas tidak hanya sebagai komoditas mentah, tapi masuk ke dalam ekosistem keuangan yang terstruktur. Roadmap ini bersifat adaptif terhadap dinamika ekonomi global.
Selain peluncuran roadmap, OJK juga memaparkan sejumlah terobosan regulasi dan teknologi untuk memodernisasi pasar emas Indonesia.
Melalui POJK No. 2 Tahun 2026, kini tersedia Reksa Dana ETF dengan aset dasar emas yang diperdagangkan di Bursa Efek.
Melalui uji coba sandbox, OJK mencatat suksesnya tokenisasi 3.750 gram emas dengan volume transaksi mencapai Rp8 miliar. Inovasi ini menawarkan efisiensi dan transparansi melalui sistem digital (fraksionalisasi).
DSN-MUI telah menerbitkan Fatwa No. 166/DSN-MUI/II/2026 untuk memberikan kepastian hukum bagi masyarakat yang ingin bertransaksi bulion sesuai prinsip syariah.
Data per Februari 2026 menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan emas di lembaga jasa keuangan semakin solid. Total emas yang dikelola mencapai 153,05 ton.
Dengan sinergi lintas kementerian dan lembaga ini, Indonesia optimis mampu memiliki ekosistem bulion yang kompetitif di kancah global sekaligus memberikan nilai tambah nyata bagi ekonomi domestik.(Yok)















