IDNPRO.CO, Tanjungpinang – Jasa Raharja menggelar kegiatan sosialisasi dan pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) dan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi para mitra driver online yang tergabung dalam Komunitas KOMANDO Tanjungpinang-Bintan pada hari Selasa, 30 Juni 2026. Komunitas tersebut mewadari para mitra driver online baik ojek maupun taksi di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.
Kegiatan dibuka melalui pengantar oleh Penanggung Jawab Samsat Tanjungpinang Novie Krishna, melalui penyampaian tugas dan fungsi Jasa Raharja dan peran dalam pencegahan kecelakaan.
“Tugas utama memang untuk pemberian santunan dan menghimpun dana dari masyarakat, tetapi juga ada tugas tambahan kami dalam rangka edukasi dan upaya pencegahan kecelakaan, beberapa programnya ada sosialisasi, safety riding, dan juga pelatihan PPGD ini,” jelas Novie.
Dalam pengantar yang disampaikan, dijelaskan juga data penyerahan santunan oleh Jasa Raharja dengan peningkatan nominal hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2025. Data titik rawan kecelakaan juga disampaikan per Kecamatan, dengan Kecamatan Tanjungpinang Timur, Bintan Timur, dan Bukit Bestari menjadi tiga teratas.
Upaya ini juga selaras dengan peran Jasa Raharja dan Kemenkes, dalam hal ini Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Tanjungpinang, sebagai pilar kelima keselamatan lalu lintas. Rekan-rekan mitra driver dipilih karena kegiatan sehari-hari yang berada di jalan sehingga kemungkinan menemui kasus serupa sangat besar dan penanganan yang tepat dan akurat diperlukan.
dr. Yuli Arisanti, sebagai narasumber dari BKK Kelas I Tanjungpinang menjelaskan pokok penanganan apabila korban mengalami henti nafas dan/atau henti denyut nadi.
“Kalau dirasakan korban henti nafas ataupun henti nadi, perlu pemberian Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau pompa pada dada. 4-6 menit tanpa oksigen bisa menyebabkan kerusakan di otak, kita sebisa mungkin bantu sampai dengan tenaga medis datang,” jelas dr. Yuli.
Tindakan ini dilakukan untuk menyelamatkan korban sekaligus mengurangi fatalitas yang dialami korban, terlebih dalam kasus-kasus kecelakaan di jalan raya. Praktik dan simulasi langsung pemberian RJP dengan menggunakan alat peraga manekin juga dilakukan.
Selain membekali pegawai dengan keterampilan gawat darurat, kesempatan ini dimanfaatkan Jasa Raharja untuk berdialog dan tanya jawab seputar Jasa Raharja, seperti keterjaminan korban kecelakaan dan proses administrasi pengurusan santunan. Selain itu juga dilakukan pemberian apresiasi kepada rekan-rekan mitra driver online yang tertib dalam pembayaran PKB/Sumbangan Wajib, serta sosialisasi mengenai Lapor Laka pada aplikasi JRku. (*)















