Cegah Corona, Singapura Karantina 20 Ribu Pekerja Migran

Ilustrasi. Singapura mengkarantina 20 ribu pekerja migran setelah terjadi lonjakan kasus Covid-19.

IDNPRO.CO, Jakarta – Singapura mengkarantina sedikitnya 20 ribu pekerja migran selama dua pekan ke depan setelah lonjakan kasus virus corona (Covid-19) terdeteksi berasal dari asrama tenaga kerja asing.

Pihak berwenang Singapura menemukan 120 kasus Covid-19 baru dalam sehari pada Minggu (5/4). Jumlah tersebut menjadi rekor tertinggi sejauh ini.

Sebagian besar dari ratusan kasus baru itu ditemukan di asrama-asrama pekerja migran.

Pihak berwenang lantas mengkarantina dua asrama yang menampung sekitar 19.800 pekerja migran.

Berbagai upaya juga sedang dilakukan di asrama-asrama pekerja migran lainnya yang lebih besar untuk mengurangi kepadatan dalam asrama, salah satunya dengan memindahkan beberapa dari mereka ke tempat akomodasi alternatif selama periode (karantina corona) ini,” bunyi pernyataan bersama dua kementerian Singapura seperti dilansir AFP pada Senin (6/4).

Pemerintah Singapura menegaskan akan memberi bantuan medis, makanan, dan pasokan kebutuhan lainnya bagi para pekerja migran tersebut selama berada dalam karantina. Pejabat pemerintah juga memastikan para pekerja migran tersebut akan tetap digaji oleh masing-masing majikan selama karantina.

Singapura menjadi tempat bagi setidaknya 280 ribu pekerja migran di sektor konstruksi yang berasal dari Bangladesh, China, dan negara lainnya. Sebagian besar dari pekerja tersebut tinggal bersama di kompleks asrama yang besar.

Per hari ini, Singapura tercatat memiliki 1.309 kasus corona dengan total 6 kematian. Singapura menjadi salah satu negara yang berhasil mengendalikan penyebaran virus serupa SARS tersebut.

Meski begitu, pihak berwenang mencatat peningkatan kasus virus corona di negara hub perekonomian Asia Tenggara itu belakangan.

Demi mencegah penyebaran corona, Perdana Menteri Lee Hsien Loong memutuskan menghentikan semua aktivitas perkantoran dan sekolah mulai besok, Selasa (7/4).

Meski begitu, Lee menuturkan aktivitas tertentu seperti pabrik produksi makanan, pasar dan supermarket, klinik, rumah sakit, utilitas, transportasi, dan perbankan akan tetap beroperasi.

Semua objek wisata, taman hiburan, museum, kasino dan fasilitas umum seperti kolam renang, pusat kebugaran, studio kebugaran, dan fasilitas di hotel juga akan ditutup. Acara olahraga dan aktivitas keagamaan juga tetap ditutup sementara seperti yang telah diumumkan sebelumnya. (*)

Cnnindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://idnpro.co/