Disdik Selidiki Isu Puluhan Siswa SDN 252 Setiabudi Terjangkit Hepatitis A

INDPRO.CO, Bandung – Menanggapi adanya pemberitaan di media beberapa hari ini yang menyebutkan jika puluhan siswa di SDN 252 Setiabudi terjangkit Hepatisis A, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung menyatakan jika berita itu tidak benar.

Dalam siaran persnya pada Rabu (11/12/2019), Disdik mengungkapkan, awalnya kabar tersebut menyebar melalui Whatsapp Group dan beredar sejak Jumat (6/12/19) lalu.

Dari kabar itu, pada Senin(9/12/2019) pihak sekolah langsung menghubungi Puskesmas Sarijadi dan meminta bantuan tenaga medis untuk menangani kebenaran informasi tersebut.

Hasil penelusuran yang dilakukan Disdik Kota Bandung yang dihadiri Kepala Seksi Kelembagaan dan peserta Didik pada Bidang PPSD Dinas pendidikan Kota Bandung, Risman Al Isnaeni Bersama dengan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Rosye Arosdiani Apip hadir bersama tim Surveilans Epidemiologi, Kepala Puskesmas Sarijadi, dr. Dedy K. Kosny, dan Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dr.Yus Ruseno, hanya menemukan ada tujuh anak yang diduga terjangkit Hepatitis, dua anak diantaranya telah dipastikan terjangkit Hepatitis A.

Meski demikian, Rosye belum dapat memastikan darimana sumber penyebaran Virus Hepatitis A ini. Sedangkan lima anak lainnya masih memerlukan uji laboratorium untuk memastikan hal tersebut.

Sebagai bahan informasi, virus Hepatitis A ini merupakan penyakit yang ditularkan secara oral fecal (melalui makanan atau mulut). Virus ini disebarkan melalui tinja penderita yang dapat berpindah melalui tangan yang tidak dicuci dengan bersih. Dimana masa inkubasi Hepatitis A ini berlangsung selama 28 hari.

Tim Surveilans Epidemiologi yang hadir dalam kegiatan ini telah mengantongi beberapa sample yang berpotensi mampu menularkan Virus hepatitis A. Sample ini akan diuji di laboratorium untuk memastikan sumber penyebaran“Minggu ini kami akan melakukan penguatan kembali kepada siswa dan orangtua murid terkait Program PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yang selama ini telah digalakan melalui Kegiatan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah). Orang tua dan peserta didik perlu diingatkan kembali tentang pentingnya mencuci tangan dengan baik, menjaga kebersiahan tubuh, serta membiasakan diri hidup yang bersih dan sehat” kata Risma.

Penguatan pemahaman terkait PHBS ini mampu memutus rantai menularan penyakit-penyakit yang menyebar melalui oral vecal. Terlebih lagi saat ini, saat kondisi fisik menurun memudahkan virus berkembang di dalam tubuh.

Ditemui di tempat berbeda, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Cucu Saputra menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan telah berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan melaksanakan berbagai program yang dapat menunjang kesehatan anak di Sekolah. Mulai dari sekolah berbudaya lingkungan, UKS, Program Beasbeureum (Bekal Anak Sekolah Bergizi Enak dan Murah) dan berbagai program lainnya.

“Kami berduka dengan adanya anak kami yang terjangkit virus Hepatitis A ini, namun demikian Pemerintah Kota Bandung terus berupaya untuk melakukan langkah-langkah antisipatif dan penguatan Perilaku Hidup Bersih Sehat. Hal ini tentu membutuhkan dukungan penuh orangtua dan masyarakat sekitar. ”tuturnya. (*/arf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://idnpro.co/